<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Mahasiswa</title>
	<atom:link href="http://catatanmahasiswa.co.cc/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://catatanmahasiswa.co.cc</link>
	<description>Mahasiswa, Tulisan dan Pemikiran</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 May 2012 00:20:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Kurang Ilmu, Salah Jalan</title>
		<link>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/16/kurang-ilmusalah-jalan/</link>
		<comments>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/16/kurang-ilmusalah-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 00:20:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanmahasiswa.co.cc/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Nanti aja kalo uda KW super atau KW ori, baru aku mau gabung ke NII.&#8221; Sebuah guyonan sederhana penuh makna ini masih teringat ketika teman kampus saya yang sedang berdiskusi...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/nii.jpeg"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/nii.jpeg" alt="" title="nii" width="270" height="175" class="alignleft size-full wp-image-92" /></a></p>
<p><strong>&#8220;Nanti aja kalo uda KW super atau KW ori, baru aku mau gabung ke NII.&#8221;</strong></p>
<p>Sebuah guyonan sederhana penuh makna ini masih teringat ketika teman kampus saya yang sedang berdiskusi tentang gonjang ganjing NII KW 9 yang menurut media massa adalah sebuah aliran sesat, yang akhir akhir ini meresahkan masyarakat.<span id="more-17"></span></p>
<p>Memang tidak di pungkiri, banyak berbagai macam organisasi yang masuk ke dalam dunia kampus, misalnya saja yang paling populer ada istilah golongan Hijau, Hijau Hitam, Golongan Merah ,dan lainnya. Mereka berusaha mengajak atau lebih tepatnya mencari bibit bibit baru untuk dijadikan pasukan mereka demi mewujudkan kepentingan organisasi itu, meskipun dilingkupi berbagai kegiatan baik dan bermanfaat, jika pada niatan sebenarnya adalah untuk menguasai wilayah kampus tertentu. Maka itu sebenernya tidak baik apalagi dalam lingkup kampus yang seharusnya mereka itu belajar, bukan berpolitik.</p>
<p>Banyak contoh, bagi mahasiswa kita tak akan asing bila ada persaingan Ketua HMJ, BEM, Senat atau posisi strategis lainnya di kampus yang perebutannya di lakoni oleh kubu-kubu yang itu-itu saja. Ini memang tujuan mereka, ketika salah satu kadernya menjadi pemimpin disana, organisasi bisa mengatur mau dibawa kemana sesuka hati.</p>
<p>Tapi kesalahan sering terjadi mahasiswa yang tidak bisa memilih mana yang organisasi dan mana yang organisasi berbahaya. <strong>Mahasiswa yang kurang pengetahuannya sering mendewakan sebuah organisasi tanpa berusaha untuk kritis terhadap yang dia &#8220;dewakan&#8221; itu.</strong></p>
<p>Seringkali sasaran empuk seperti pada mahasiswa yang kurang pengetahuan, mahasiswa daerah yang belum mengetahui seluk beluk kota besar yang &#8220;jahat&#8221; dijadikan senjata senjata yang ampuh dan mudah digunakan oleh oknum-oknum yang ikut serta dalam pertarungan massa di kampus. Dan kali ini NII.</p>
<p>Menghalalkan pencurian laptop, mengijinkan pencurian motor, iming-iming dinikahkan dengan wanita cantik atau pria tampan, dan janji kepastian masuk surga adalah <strong><em>godaan ala permen anak kecil yang dibungkus sedemikian rupa sehingga tidak kadaluarsa ketika diberikan pada mahasiswa</em></strong>. Dan berulang kali kejadian yang sering di beritakan di media tak menyurutkan geliat dunia kampus untuk mengulangi lagi seperti seorang pemuda yang tahu orang di sekelilingnya mati karena rokok, namun ia sendiri tak bisa lepas dari rokok pula.</p>
<p>Kritis, penuh pengetahuan, perbanyak teman, sering berfikir, adalah sifat sifat asli mahasiswa yang seharusnya dimiliki. Dan dengan memiliki itu kita tidak akan mungkin menjadi senjata mereka yang ingin merusak tatanan negara kita.</p>
<blockquote><p>&#8220;Lebih baik mengerti sedikit daripada salah mengerti!!!&#8221;</p></blockquote>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Kurang Ilmu, Salah Jalan</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/egp-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa dan Apatisme (1)" title="Mahasiswa dan Apatisme (1)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark">Mahasiswa dan Apatisme (1)</a></h3><p>"Kamu ga ikut ormawa ?" "Buat apa, memang ada untungnya?" Kehidupan di kampus kadangkala mencerminkan bagaimana nantinya kehidupan seorang mahasiswa ketika sudah tua di dalam ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/media-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" title="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark">Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa</a></h3><p>Televisi, sebuah kotak ajaib yang seolah wajib ada dalam tiap rumah.. Surat kabar, seperti sepotong roti yang wajib disantap di pagi hari.. Paling tidak dua ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/nyaman-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" title="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark">Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini</a></h3><p>Kehidupan memang tak pernah lepas dari dimensi waktu, hari ini, masa lalu, dan masa depan. Ketiganya memimiliki fungsi dan perannya masing-masing. Masa lalu adalah guru ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/16/kehidupan-yang-tidak-seputih-kertas-dan-tidak-sehitam-arang/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/hitam-putih-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Kehidupan yang Tidak Seputih Kertas dan Tidak Sehitam Arang" title="Kehidupan yang Tidak Seputih Kertas dan Tidak Sehitam Arang" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/16/kehidupan-yang-tidak-seputih-kertas-dan-tidak-sehitam-arang/" rel="bookmark">Kehidupan yang Tidak Seputih Kertas dan Tidak Sehitam Arang</a></h3><p>Kehidupan ini memang unik, penuh misteri, dan tak dapat dikira-kira. Lantas apa yang dapat Anda lakukan? Tidak ada, kecuali selalu mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/tanpa-kepala-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Negeri Tanpa Kepala" title="Negeri Tanpa Kepala" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/" rel="bookmark">Negeri Tanpa Kepala</a></h3><p>(untuk PDS HB Jassin) Berdiri di atas kaki sendiri singsingkan lengan baju, tegakkan bahu membusung berani. Otot kawat tulang besi. Terbang menukik ke langit tinggi. Lho? ...</p></div></li></ul></div><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fcatatanmahasiswa.co.cc%2F2012%2F05%2F16%2Fkurang-ilmusalah-jalan%2F&amp;title=Kurang%20Ilmu%2C%20Salah%20Jalan" id="wpa2a_4"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/16/kurang-ilmusalah-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehidupan yang Tidak Seputih Kertas dan Tidak Sehitam Arang</title>
		<link>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/16/kehidupan-yang-tidak-seputih-kertas-dan-tidak-sehitam-arang/</link>
		<comments>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/16/kehidupan-yang-tidak-seputih-kertas-dan-tidak-sehitam-arang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 11:49:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Filosofi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanmahasiswa.co.cc/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan ini memang unik, penuh misteri, dan tak dapat dikira-kira. Lantas apa yang dapat Anda lakukan? Tidak ada, kecuali selalu mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang akan terjadi. Disadari atau...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/hitam-putih.jpg"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/hitam-putih.jpg" alt="" title="hitam-putih" width="261" height="251" class="alignleft size-full wp-image-97" /></a></p>
<p>Kehidupan ini memang unik, penuh misteri, dan tak dapat dikira-kira. Lantas apa yang dapat Anda lakukan?</p>
<p>Tidak ada, kecuali selalu mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.</p>
<p>Disadari atau tidak, kehidupan ini berjenjang. Anda tidak mungkin secara tiba-tiba menjadi seorang sarjana kalau belum lulus SMA.<br />
Lantas ada apa dengan keduanya?</p>
<p>Setidaknya ada satu point penting yang dapat kita tarik, “Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita alami di jenjang kehidupan kita yang baru.”<br />
<span id="more-44"></span><br />
Ya, beginilah keadaannya. Apa Anda bisa menjamin bahwa kehidupan Anda kedepan selalu mulus? Tidak ada yang bisa menjamin. Kehidupan ini senantiasa penuh dengan rintangan yang sering menampakkan dirinya dalam wujud masalah, dan beberapa kali dalam wujud kesenangan.</p>
<p>Kenapa masalah itu selalu dimunculkan oleh Sang Pembuat Kehidupan? Agar yang hidup senantiasa belajar.</p>
<p>Apa yang akan Anda lakukan ketika menghadapi masalah? Menyelesaikannya, namun ada beberapa yang meninggalkannya.</p>
<p>Bagaimana Anda menyelesaikannya? Disinilah keunikannya, ada berjuta cara dari berjuta-juta orang.</p>
<p>Dalam menyikapi masalah setidaknya kita tidak layak untuk menyamaratakan masalah, karena masalah memiliki karakternya masing-masing, yang harus diselesaikan dengan cara yang tepat. Masalah Anda tidak selalu bisa diselesaikan dengan solusi saya, begitu pula sebaliknya.</p>
<blockquote><p>Akan kurang tepat jika Anda membersihkan noda di lantai kita dengan sabun mandi, atau membersihkan rambut kita yang kotor dengan deterjen. Sabun mandi diciptakan untuk membersihkan tubuh kita yang sedang kotor, dan deterjen diciptkan untuk membersihkan noda pada pakaian. Keduanya berbeda, meskipun keduanya berfungsi membersihkan.</p></blockquote>
<p>Sayangnya mahasiswa saat ini masih banyak yang bersih-bersih hanya dengan satu pembersih saja, tidak peduli apa yang sedang ia bersihkan.</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Kehidupan yang Tidak Seputih Kertas dan Tidak Sehitam Arang</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/nyaman-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" title="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark">Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini</a></h3><p>Kehidupan memang tak pernah lepas dari dimensi waktu, hari ini, masa lalu, dan masa depan. Ketiganya memimiliki fungsi dan perannya masing-masing. Masa lalu adalah guru ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/egp-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa dan Apatisme (1)" title="Mahasiswa dan Apatisme (1)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark">Mahasiswa dan Apatisme (1)</a></h3><p>"Kamu ga ikut ormawa ?" "Buat apa, memang ada untungnya?" Kehidupan di kampus kadangkala mencerminkan bagaimana nantinya kehidupan seorang mahasiswa ketika sudah tua di dalam ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/media-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" title="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark">Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa</a></h3><p>Televisi, sebuah kotak ajaib yang seolah wajib ada dalam tiap rumah.. Surat kabar, seperti sepotong roti yang wajib disantap di pagi hari.. Paling tidak dua ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/dpr-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" title="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark">DPR (Di Bawah Pohon Rindang)</a></h3><p>Awan gelap mulai menyelimuti kota, hari masih menunjukkan pukul 12 siang. Puncak-puncak gedung mulai mengelabu. Tak kelihatan lagi burung-burung Pipit maupun burung Dara melayang berputar ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/wisuda-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" title="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark">Surat Terakhir (sebuah cerpen)</a></h3><p>Kepada Ananda-adinda tercinta, Akedemisi UNESA yang berbahagia Di tempat, Kutulis surat ini menjelang matahari kembali ke barat, bersembunyi di balik gedung-gedung universitas, megah dan tinggi ...</p></div></li></ul></div><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fcatatanmahasiswa.co.cc%2F2012%2F05%2F16%2Fkehidupan-yang-tidak-seputih-kertas-dan-tidak-sehitam-arang%2F&amp;title=Kehidupan%20yang%20Tidak%20Seputih%20Kertas%20dan%20Tidak%20Sehitam%20Arang" id="wpa2a_8"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/16/kehidupan-yang-tidak-seputih-kertas-dan-tidak-sehitam-arang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negeri Tanpa Kepala</title>
		<link>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/</link>
		<comments>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 00:05:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[koin sastra]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[PDS HB Jassin]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanmahasiswa.co.cc/?p=32</guid>
		<description><![CDATA[(untuk PDS HB Jassin) Berdiri di atas kaki sendiri singsingkan lengan baju, tegakkan bahu membusung berani. Otot kawat tulang besi. Terbang menukik ke langit tinggi. Lho? Tapi mana kepalanya? Kepala? Mana...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/tanpa-kepala.jpg"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/tanpa-kepala-300x212.jpg" alt="" title="tanpa-kepala" width="300" height="212" class="alignleft size-medium wp-image-103" /></a></p>
<p><strong>(untuk PDS HB Jassin)</strong></p>
<p>Berdiri di atas kaki sendiri</p>
<p>singsingkan lengan baju,</p>
<p>tegakkan bahu membusung berani.</p>
<p>Otot kawat tulang besi.</p>
<p>Terbang menukik ke langit tinggi.</p>
<p>Lho?</p>
<p>Tapi mana kepalanya?</p>
<p>Kepala?</p>
<p>Mana kepalanya?</p>
<p>Tak ada kepalanya! Tak ada kepalanya!</p>
<p><span id="more-32"></span></p>
<p>Mana kepala?</p>
<p>Pusat peradaban.</p>
<p>Pusat pemikiran.</p>
<p>Sambungan nurani,</p>
<p>muara hati.</p>
<p>Mana?</p>
<p>Coba kau cari di sawah,</p>
<p>tempat rumput hijau berlembar lembar disana.</p>
<p>Yang biasa dimakan kerbau hitam.</p>
<p>Yang tebal mukanya</p>
<p>yang hitam kulitnya,</p>
<p>yang hitam dagingnya,</p>
<p>yang hitam hatinya,</p>
<p>tapi tetap rumput berwarna hijau berlembar lembar,</p>
<p>yang tetap digerogoti tikus padi.</p>
<p>Tak ada!</p>
<p>Lalu cari dimana?</p>
<p>Coba kau cari di gedung gedung,</p>
<p>di situ tampaknya ramai sekali.</p>
<p>Banyak suara hampa disana.</p>
<p>Foya-foya.</p>
<p>Atau dibawahnya,</p>
<p>ke tempat wanita pelacur,</p>
<p>hingga pria pria penganggur.</p>
<p>Tak ada!</p>
<p>Lalu cari dimana lagi?</p>
<p>Coba cari di Jakarta, Indonesia.</p>
<p>Disana ada pusat sastra.</p>
<p>Sastra? Apa itu?</p>
<p>Kok aku baru tahu?</p>
<p>Itu, pusat dokumentasi.</p>
<p>Pusat dokumentasi?</p>
<p>Rasanya sudah tidak ada lagi.</p>
<p>Lalu?</p>
<p>Kemana kita cari kepala?</p>
<p>Pusat segala budaya,</p>
<p>perut sudah mulai membesar.</p>
<p>Tubuh tak lagi kekar.</p>
<p>Tapi kepala masih samar.</p>
<p>Apa mungkin sudah kesasar?</p>
<p>Atau terpapar?</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Negeri Tanpa Kepala</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/dpr-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" title="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark">DPR (Di Bawah Pohon Rindang)</a></h3><p>Awan gelap mulai menyelimuti kota, hari masih menunjukkan pukul 12 siang. Puncak-puncak gedung mulai mengelabu. Tak kelihatan lagi burung-burung Pipit maupun burung Dara melayang berputar ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/wisuda-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" title="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark">Surat Terakhir (sebuah cerpen)</a></h3><p>Kepada Ananda-adinda tercinta, Akedemisi UNESA yang berbahagia Di tempat, Kutulis surat ini menjelang matahari kembali ke barat, bersembunyi di balik gedung-gedung universitas, megah dan tinggi ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/nyaman-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" title="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark">Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini</a></h3><p>Kehidupan memang tak pernah lepas dari dimensi waktu, hari ini, masa lalu, dan masa depan. Ketiganya memimiliki fungsi dan perannya masing-masing. Masa lalu adalah guru ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/13/novel-dan-film-yang-prematur/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/film-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Novel, dan Film yang prematur" title="Novel, dan Film yang prematur" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/13/novel-dan-film-yang-prematur/" rel="bookmark">Novel, dan Film yang prematur</a></h3><p>Kata demi kata mengantarkan fantasi habis sudah, habis sudah.... Bait demi bait pemicu anestesi hangus sudah, hangus sudah..... (ERK - Jangan bakar buku) Bacaan yang ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/16/kehidupan-yang-tidak-seputih-kertas-dan-tidak-sehitam-arang/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/hitam-putih-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Kehidupan yang Tidak Seputih Kertas dan Tidak Sehitam Arang" title="Kehidupan yang Tidak Seputih Kertas dan Tidak Sehitam Arang" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/16/kehidupan-yang-tidak-seputih-kertas-dan-tidak-sehitam-arang/" rel="bookmark">Kehidupan yang Tidak Seputih Kertas dan Tidak Sehitam Arang</a></h3><p>Kehidupan ini memang unik, penuh misteri, dan tak dapat dikira-kira. Lantas apa yang dapat Anda lakukan? Tidak ada, kecuali selalu mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan ...</p></div></li></ul></div><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fcatatanmahasiswa.co.cc%2F2012%2F05%2F15%2Fnegeri-tanpa-kepala%2F&amp;title=Negeri%20Tanpa%20Kepala" id="wpa2a_12"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Surat Terakhir (sebuah cerpen)</title>
		<link>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/</link>
		<comments>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 13:10:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanmahasiswa.co.cc/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Kepada Ananda-adinda tercinta, Akedemisi UNESA yang berbahagia Di tempat, Kutulis surat ini menjelang matahari kembali ke barat, bersembunyi di balik gedung-gedung universitas, megah dan tinggi menjulang. Entah gedung jurusan apa...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/wisuda.jpg"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/wisuda.jpg" alt="" title="wisuda" width="274" height="184" class="alignleft size-full wp-image-106" /></a><br />
Kepada Ananda-adinda tercinta,</p>
<p>Akedemisi UNESA yang berbahagia</p>
<p>Di tempat,</p>
<p>Kutulis surat ini menjelang matahari kembali ke barat, bersembunyi di balik gedung-gedung universitas, megah dan tinggi menjulang. Entah gedung jurusan apa itu aku tak tahu, entah berapa biaya yang mereka keluarkan untuk membangun gedung seindah itu, akupun tak tahu. Suasana tampak sepi, hanya terlihat beberapa petugas kebersihan yang lalu lalang membersihkan plastik-plastik bungkus minuman dan makananmu Nak. Mungkin kau lelah hari ini, hingga banyak sekali bungkus makanan yang terbuang, berserakan dimana-mana.<br />
<span id="more-27"></span><br />
Nak, bagaimana kabarmu? Malam lalu aku datang ke acaramu. Mungkin kau tidak melihatku, tapi dari kejauhan kupandangi senyum bahagiamu. Aku tidak berani masuk, hanya menunggu diluar. Acara di dalam terlalu ramai, tidak cocok rasanya kalau tubuhku ini bersanding diantara tubuh-tubuh muda yang segar bugar dengan semangat perubahan. Aku sadar diri, tubuhku sudah tua renta tak pantas lagi masuk ke dalam. Semoga kehadiranku tidak mengganggu kebahagianmu bertemu dengan teman-teman wisudamu dan teman semasa kuliahmu dulu, ditempat kuliahmu yang dulunya bernama IKIP Surabaya, sekarang menjadi UNESA (Universitas Negeri Surabaya).</p>
<p>Oh ya, pakaianmu tampak berwibawa sekali, kau ajak istri dan anakmu juga ya? Aku lihat mereka keluar dari mobilmu, mobil yang beraneka ragam mereknya, sampai aku tak hafal mobil apa itu, maklum sudah tua, yang tua kadang sering kali lupa. Yang kuingat hanya warna-warni mobil-mobilmu yang tampak memenuhi tempat parkir dibelakang gedung-gedung megah yang berbau baru. Entah mengapa gedung ini serasa tak asing bagiku, aku hanya mengingat adanya rumput ilalang tinggi menjulang dengan tanah berlumpur dimusim hujan.</p>
<p>Nak, aku turut berbahagia. Kudengar gelak tawamu dari luar, bercanda bersama teman semasa kuliahmu dulu. Sepertinya acara berjalan begitu menyenangkan. Ingin sekali kaki ini kulangkahkan masuk ke dalam, berbaur bersamamu, bercengkrama sambil bercerita semasa kuliahmu dulu, namun aku tetap sadar diri, aku sudah tua renta, tidak pantas rasanya duduk semeja bersamamu yang sekarang tampak jauh berwibawa dibanding aku yang sudah renta ini. Berulang kali kau sebut namaku diantara gelak tawamu, berulang kali kau sebut, sebut, dan sebut dengan bangga, &#8220;ehk, kalau tidak ada Bu ini (aku), mungkin kita tidak bisa seperti ini.&#8221; Katamu pada kawan-kawanmu. Aku sangat terharu, untunglah kau masih mengingatku Nak, walau kau jarang menjengukku.</p>
<p>Selepas acara itu, aku masih duduk menunggu di depan tempat parkir sepeda motor dan mobilmu yang keluar satu-persatu, tampak basah terkena tetesan gerimis dimalam yang penuh kenangan itu. Suasana sudah sepi, gelap liat. Di tanah yang aku injak, yang dulunya tampak hanya rawa-rawa, sekarang berdiri bangunan-bangunan  yang menjulang tak mau kalah dengan pohon-pohon rindang yang berada ditepi jalan. Aku teringat masa lalu, ketika jaman aku masih muda dulu, dimana tubuhku yang masih segar bugar, tiga puluh tahun yang lalu. Apa kau masih ingat Nak? Kadang aku tak tega melihat proses kuliahmu, begitu memprihatinkan. Tak ada fasilitas selengkap ini, apa itu? Pendingin ruangan, AC ya? Dulu bisa dapat ruangan untuk proses kuliah saja sudah sukur alhamdulillah Nak, tak perlulah pendingin ruangan, karena angin sepoi-sepoi yang bercampur debu dijendela sudah cukup mewah. Sering aku melihatmu duduk-duduk di depan kelas hanya untuk berebut kelas untuk proses kuliahmu dulu. Sekarang? Mungkin masa-masa dulu menjadi bahan tertawaanmu, sepertinya sekarang kondisi itu sudah jauh ditinggalkan. Tak apalah, beda jaman beda tempaan, tapi akhirnya kamu lulus juga kan? Apa yang kubilang, itu semua hanyalah proses, tergantung bagaimana kau menghadapinya.</p>
<p>Aku terharu ketika ku lihat foto-foto wisudamu. Dulu ketika aku masih muda, saat tubuhku segar bugar, IKIP Surabaya menggelar wisudawan tak lebih dari puluhan orang pertahun, itupun acaranya sangat sederhana, namun sangat khidmat. Masih teringat jelas sekali diingatanku ketika buliran air mata jatuh membasahi pipimu hingga mengalir ke dagumu dan menetes jatuh ketanah, ditempat dimana kau menggelar wisuda dulu. Namun sekarang UNESA mampu mencetak ribuan sarjana muda yang siap berbakti untuk nusa dan bangsa, tentu kau bangga dengan gelar sarjanamu yang kau raih begitu singkat, tak selama dulu.</p>
<p>Aku merenung terharu, Nak. Usahaku bersama teman-teman dulu kini membuahkan hasil gilang-gemilang, saat pertama kali mendirikan jurusan ini. Tak pernah terpikir olehku memiliki mahasiswa terbaik seperti kalian, dulu tak pernah orang tahu, siapa aku. Aku yang hanya lulusan S1 kini memiliki ratusan mahasiswa yang telah beranak pinak dan meneruskan usahaku untuk tetap menjadi guru, demi menjunjung tinggi semangat pendidikan dan menghancurkan kebodohan yang mengerak selama ratusan tahun ini.</p>
<p>Walau aku hanya lulusan S1, aku ingin bangsaku tidak bodoh terus seperti aku. Aku pernah merasa, betapa mindernya aku menyaksikan anak-anakku bergelar magister maupun doktor, professor. Sedang aku? Hanya Nenek tua renta yang tak pantas rasanya duduk semeja bersamamu ketika malam itu.</p>
<p>Ingatkan adik-adikmu Nak, kok aku merasa semakin hari mereka semakin kehilangan arah ya? Aku tak tahu mengapa.</p>
<p>Satu pesanku Nak, sesukses apapun dirimu jangan lupa menunduk kebawah, menginjak tanah yang basah. Banyak yang harus kau pikirkan selain memperhatikan dirimu sendiri.</p>
<p>Mungkin hanya ini surat yang dapat kutuliskan untuk sedikit memberimu kenangan, walau aku tak sempat menemuimu hanya untuk bertegur sapa. Karena inilah aku, pemilik tubuh tua renta, badanku ringkih namun semangatku masih segar bugar, sesegar tiga puluh tahun yang lalu. Badanku sudah rapuh, entah sampai kapan aku bisa berkirim surat lagi denganmu.</p>
<p>Salam rindu</p>
<p>Dari Ibundamu,</p>
<p>Pendiri Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia</p>
<p>Kurir Surat : Helmi C. Sahbana</p>
<p>Surabaya, 11 Desember 2010</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Surat Terakhir (sebuah cerpen)</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/nyaman-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" title="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark">Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini</a></h3><p>Kehidupan memang tak pernah lepas dari dimensi waktu, hari ini, masa lalu, dan masa depan. Ketiganya memimiliki fungsi dan perannya masing-masing. Masa lalu adalah guru ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/dpr-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" title="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark">DPR (Di Bawah Pohon Rindang)</a></h3><p>Awan gelap mulai menyelimuti kota, hari masih menunjukkan pukul 12 siang. Puncak-puncak gedung mulai mengelabu. Tak kelihatan lagi burung-burung Pipit maupun burung Dara melayang berputar ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/media-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" title="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark">Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa</a></h3><p>Televisi, sebuah kotak ajaib yang seolah wajib ada dalam tiap rumah.. Surat kabar, seperti sepotong roti yang wajib disantap di pagi hari.. Paling tidak dua ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/egp-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa dan Apatisme (1)" title="Mahasiswa dan Apatisme (1)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark">Mahasiswa dan Apatisme (1)</a></h3><p>"Kamu ga ikut ormawa ?" "Buat apa, memang ada untungnya?" Kehidupan di kampus kadangkala mencerminkan bagaimana nantinya kehidupan seorang mahasiswa ketika sudah tua di dalam ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/tanpa-kepala-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Negeri Tanpa Kepala" title="Negeri Tanpa Kepala" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/" rel="bookmark">Negeri Tanpa Kepala</a></h3><p>(untuk PDS HB Jassin) Berdiri di atas kaki sendiri singsingkan lengan baju, tegakkan bahu membusung berani. Otot kawat tulang besi. Terbang menukik ke langit tinggi. Lho? ...</p></div></li></ul></div><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fcatatanmahasiswa.co.cc%2F2012%2F05%2F15%2Fsurat-terakhir-sebuah-cerpen%2F&amp;title=Surat%20Terakhir%20%28sebuah%20cerpen%29" id="wpa2a_16"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>DPR (Di Bawah Pohon Rindang)</title>
		<link>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/</link>
		<comments>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 00:39:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanmahasiswa.co.cc/?p=29</guid>
		<description><![CDATA[Awan gelap mulai menyelimuti kota, hari masih menunjukkan pukul 12 siang. Puncak-puncak gedung mulai mengelabu. Tak kelihatan lagi burung-burung Pipit maupun burung Dara melayang berputar di angkasa. Suhu merosot turun,...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awan gelap mulai menyelimuti kota, hari masih menunjukkan pukul 12 siang. Puncak-puncak gedung mulai mengelabu. Tak kelihatan lagi burung-burung Pipit maupun burung Dara melayang berputar di angkasa. Suhu merosot turun, angin meniupkan hawa beku. Ketika angin mulai bertiup, serempak orang-orang yang lalu lalang di jalanan melakukan gerakan yang hampir sama. Merapatkan kerah, maupun jaket mereka. Dingin. Begitu menusuk.<span id="more-29"></span></p>
<p>Setiap hari, entah itu pagi, siang, sore, bahkan malam sekalipun penduduk kota ini begitu tergesa-gesa. Entah apa yang sedang mereka buru, atau merekalah yang sedang di buru sesuatu? Semua wajah pucat, tegang, terkesan tanpa senyum, seolah-olah hari esok tak mungkin datang menjelang.</p>
<p>Aku yang datang dari pulau seberang dengan berbekal dua pasang bola mata dan segenap organ tubuhku, tak begitu paham akan kondisi orang-orang di sekelilingku. Dibawa arus suasana seperti itu aku terus berjalan, terus, dan terus berjalan sampai kutemukan jalan keadilan, dimana disana tinggal kawan lamaku Hutomo, yang berprofesi sebagai Jaksa di kota ini.</p>
<p>Seminggu yang lalu, sebelum aku sampai di kota ini. Aku tinggal di sebuah desa dengan kawasan padat penduduk, sekitar 6-9 hektar luasnya. Penduduknya miskin semua. Di seberang desaku tepat berdiri megah gedung apartemen mewah yang biasa digunakan oleh turis lokal maupun mancanegara, bahkan lebih-lebih anggota dewan yang sedang safari ke pulau tempatku tumbuh membeli beberapa kamar untuk sekedar singgah.</p>
<p>Namun celaka tiga belas, pada hari ketiga sebelum aku menginjakkan kaki di kota ini, malam hari itu aku yang sedang tidur, terbangun mendengar teriakan dari orang-orang seluruh penduduk desa &#8220;kebakaran&#8230;kebakaran.&#8221; Api menjalar dari segala penjuru sudut desa, timur, barat, utara, selatan dan gilanya api itu merambat bergerak menuju ke tengah. Tak satupun dari kami yang berusaha untuk memadamkan api, sebab api begitu tinggi menjulang dan petugas pemadam pun tak kunjung datang.</p>
<p>&#8220;Ini jelas manipulasi penggusuran Mo!&#8221;, jelasku pada kawan lamaku. Seperti aktor, dia diam sejenak. Memberi peluang supaya pendengarannya mencamkan kata-kata dariku. Baru dia nyambung. &#8220;Saya yakin, pembakaran itu diatur. Mana bisa api datang dari empat penjuru dan bergerak ke tengah? Dimana disana terdapat balai desa untuk tempat kami mengadakan rapat!.&#8221; &#8220;Kita kan bukan manusia pemakan bangsa sendiri seperti bangsa-bangsa tetangga!&#8221; &#8220;Kita tak seharusnya memakan bangsa sendiri. Terlebih lagi makan yang miskin. Kalau saja kau tau Mo, kami semua melolong-lolong dan dari atas mereka penduduk apartemen hanya bisa menonton dari atas gedung yang tinggi, seakan-akan kami adalah penampilan penutup acara pada sebuah hiburan malam!&#8221;</p>
<p>Esoknya aku dan Hutomo pergi ke rumah kawannya yang notabene bertugas sebagai anggota Dewan. Dalam hati, selalu ku panjatkan doa agar suara kami para penduduk desa tempat ku dilahirkan terdengar oleh anggota dewan yang terhormat. Serius namun informal, beberapa tokoh partai yang duduk  di kabinet berkumpul. Membicarakan masalah pembakaran di desaku, selain itu juga dibahas akan adanya rencana pembangunan lima tahun. Tampak juga wakil dari partai oposisi yang telat hadir, entah karena tak ada angkot atau jalanan kota lagi macet.</p>
<p>Dari rapat yang informal itu, aku hanya mendengar perbincangan tingkah lalu istri-istri mereka di kala menjabat sebagai ibu anggota dewan. Tak sekalipun aku mendengar akan adanya kebakaran di desaku. Hanya partai oposisi yang sesekali bertanya, &#8220;Berapa kerugian yang di derita warga? Kami akan merapatkan kembali pada rapat dewan dan mengganti kerugiannya.&#8221; Inikah negaraku?</p>
<p>Sesama pejuang intelektual seperti mereka, kebanyakan baru akan protes dan menanggapi serius kalau rumah merekalah yang ikut terbakar dan di ambrukkan atau tanah mereka yang kena gusur. Namun jika itu tidak pernah terjadi pada mereka, legiun pejuang intelektual ini biasanya hanya bisa diam membisu dan berlomba-lomba pura-pura tidak tahu beritanya dari koran ataupun televisi. Sudah ratusan tahun lamanya sistem pembakaran rumah-rumah penduduk untuk membuka lahan perekonomian baru di laksanakan, sudah ratusan korban bergelimpangan, banyak pemuda-pemudi bangsa jadi korban sasaran tembak aparat bagi mereka yang melawan. Inikah negaraku?</p>
<p>Ratusan tahun lamanya, nusantara telah di hisap oleh negara-negara utara, bukan hanya nusantara bahkan semua bangsa dengan kulit berwarna. Hingga barat menjadi kuat, menjadi makmur, menguasai keuangan dan perdagangan sampai sekarang! Tapi apakah ini warisan yang di tinggalkan mereka? Dengan menggusur paksa, membakar bagian-bagian kecil dari milik rakyat kelas tiga? Mereka memperkuat diri dengan memakan sesama manusia, hanya saja mereka memilih manusia yang tak menentu jalan hidupnya, tentu dagingnya lebih lezat di bandingkan makan sesama mereka yang sama-sama di atas.</p>
<p>&#8220;Sudahlah, kau tenang saja. Biar ini semua kita yang urus&#8221;, ujar Hutomo sambil menjabat tanganku dan mengguncang-guncangkannya dengan erat seperti dua orang yang hendak bersekongkol. &#8220;Mana bisa tenang Mo, sekarang aku saja masih tinggal di tempat pengungsian!&#8221; Ia menawarkanku untuk tinggal sementara di rumahnya, sampai ada kepastian akan adanya bantuan dari pemerintah pusat.</p>
<p>Selama tinggal di Rumah kawan ku ini aku belajar banyak akan politik pemerintahan, baik itu politik valutional maupun non valutional. Politik marxis, dimana perkembangan teori politik yang dominan menganalisis konflik politik yang berdasarkan pada pertentangan kelas dan teori politik yang dikembangkan yaitu ekonomi – politik. Hingga tak terasa oleh ku sudah  berhari-hari, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun aku tinggal di rumah kawanku ini. Sampai-sampai aku seperti menjadi asisten pribadi Jaksa muda yang telah rela membiarkan rumahnya di singgahi oleh orang desa sepertiku.</p>
<p>Aku pun telah lupa akan nasib yang di terima warga desaku, mereka yang telah mengeluarkan banyak biaya akan keberangkatan ku ke pulau seberang, hanya untuk membicarakan nasib mereka pada anggota dewan. Hingga ku insyafi akupun pulang dengan tanpa membawa kabar sedikitpun baik ataupun buruk, hanya hampa. Kosong.</p>
<p>Kulangkahkan kaki ku di sepanjang jalan yang kosong sambil berpikir menyusun kata-kata yang hendak ku ucapkan pada mereka yang begitu lama menunggu kabar dariku. Aku tidak akan pernah berpikir soal itu, kalau aku tidak pernah di kirim untuk menjadi wakil mereka menghadap anggota dewan pusat. Selepas aku kembali di desa ini, aku menemukan hal yang lain sama sekali. Penduduknya jadi semakin berkurang, tak ada lagi canda tawa anak-anak yang berkejaran dengan membawa mainan mereka ataupun gadis-gadis perawan yang sedang mencuci pakaian di sungai desa. Hanya ku temui papan besi bertuliskan. TANAH MILIK NEGARA..<br />
<a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/dpr.jpg"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/dpr-300x202.jpg" alt="" title="dpr" width="300" height="202" class="alignnone size-medium wp-image-113" /></a><br />
*Dibawah Pohon Rindang (DPR)&#8230; tenang&#8230; semua terlupa&#8230;</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to DPR (Di Bawah Pohon Rindang)</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/wisuda-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" title="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark">Surat Terakhir (sebuah cerpen)</a></h3><p>Kepada Ananda-adinda tercinta, Akedemisi UNESA yang berbahagia Di tempat, Kutulis surat ini menjelang matahari kembali ke barat, bersembunyi di balik gedung-gedung universitas, megah dan tinggi ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/nyaman-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" title="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark">Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini</a></h3><p>Kehidupan memang tak pernah lepas dari dimensi waktu, hari ini, masa lalu, dan masa depan. Ketiganya memimiliki fungsi dan perannya masing-masing. Masa lalu adalah guru ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/media-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" title="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark">Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa</a></h3><p>Televisi, sebuah kotak ajaib yang seolah wajib ada dalam tiap rumah.. Surat kabar, seperti sepotong roti yang wajib disantap di pagi hari.. Paling tidak dua ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/egp-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa dan Apatisme (1)" title="Mahasiswa dan Apatisme (1)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark">Mahasiswa dan Apatisme (1)</a></h3><p>"Kamu ga ikut ormawa ?" "Buat apa, memang ada untungnya?" Kehidupan di kampus kadangkala mencerminkan bagaimana nantinya kehidupan seorang mahasiswa ketika sudah tua di dalam ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/tanpa-kepala-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Negeri Tanpa Kepala" title="Negeri Tanpa Kepala" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/" rel="bookmark">Negeri Tanpa Kepala</a></h3><p>(untuk PDS HB Jassin) Berdiri di atas kaki sendiri singsingkan lengan baju, tegakkan bahu membusung berani. Otot kawat tulang besi. Terbang menukik ke langit tinggi. Lho? ...</p></div></li></ul></div><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fcatatanmahasiswa.co.cc%2F2012%2F05%2F14%2Fdpr-di-bawah-pohon-rindang%2F&amp;title=DPR%20%28Di%20Bawah%20Pohon%20Rindang%29" id="wpa2a_20"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sastra-Fotografi</title>
		<link>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/sastra-fotografi/</link>
		<comments>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/sastra-fotografi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 12:07:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[fotografi]]></category>
		<category><![CDATA[kamera]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanmahasiswa.co.cc/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kreatif baru buatan saya. Dengan foto yang dipotret sendiri dan puisi yang ditulis sendiri. -CANDID- Di balik lensa. Aku memburu. Sepersekiandetik senyummu. Di belakang kamera. Aku menunggu lama, mekar...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kreatif baru buatan saya.<br />
Dengan foto yang dipotret sendiri dan puisi yang ditulis sendiri.</p>
<p>-CANDID-</p>
<p>Di balik lensa.<br />
Aku memburu.</p>
<p>Sepersekiandetik senyummu.</p>
<p>Di belakang kamera.<br />
Aku menunggu lama,<span id="more-59"></span> </p>
<p>mekar wajahmu ceria.</p>
<p>Tanganku siap berlari<br />
kalau saja kamu pergi<br />
atau menoleh kesini.</p>
<p>Di balik lensa mata bergelora.<br />
Di hadapanmu aku malu.</p>
<p>Mungkin,<br />
aku ganti saja mataku.<br />
Canon di kiri,<br />
nikon di kanan.</p>
<p>Lalu di setiap bidikanku,<br />
senyummu abadi.</p>
<p><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/foto.jpg"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/foto-300x200.jpg" alt="" title="foto" width="300" height="200" class="alignnone size-medium wp-image-73" /></a></p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Sastra-Fotografi</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/wisuda-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" title="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark">Surat Terakhir (sebuah cerpen)</a></h3><p>Kepada Ananda-adinda tercinta, Akedemisi UNESA yang berbahagia Di tempat, Kutulis surat ini menjelang matahari kembali ke barat, bersembunyi di balik gedung-gedung universitas, megah dan tinggi ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/dpr-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" title="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark">DPR (Di Bawah Pohon Rindang)</a></h3><p>Awan gelap mulai menyelimuti kota, hari masih menunjukkan pukul 12 siang. Puncak-puncak gedung mulai mengelabu. Tak kelihatan lagi burung-burung Pipit maupun burung Dara melayang berputar ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/egp-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa dan Apatisme (1)" title="Mahasiswa dan Apatisme (1)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark">Mahasiswa dan Apatisme (1)</a></h3><p>"Kamu ga ikut ormawa ?" "Buat apa, memang ada untungnya?" Kehidupan di kampus kadangkala mencerminkan bagaimana nantinya kehidupan seorang mahasiswa ketika sudah tua di dalam ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/media-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" title="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark">Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa</a></h3><p>Televisi, sebuah kotak ajaib yang seolah wajib ada dalam tiap rumah.. Surat kabar, seperti sepotong roti yang wajib disantap di pagi hari.. Paling tidak dua ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/tanpa-kepala-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Negeri Tanpa Kepala" title="Negeri Tanpa Kepala" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/" rel="bookmark">Negeri Tanpa Kepala</a></h3><p>(untuk PDS HB Jassin) Berdiri di atas kaki sendiri singsingkan lengan baju, tegakkan bahu membusung berani. Otot kawat tulang besi. Terbang menukik ke langit tinggi. Lho? ...</p></div></li></ul></div><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fcatatanmahasiswa.co.cc%2F2012%2F05%2F14%2Fsastra-fotografi%2F&amp;title=Sastra-Fotografi" id="wpa2a_24"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/sastra-fotografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Novel, dan Film yang prematur</title>
		<link>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/13/novel-dan-film-yang-prematur/</link>
		<comments>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/13/novel-dan-film-yang-prematur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 23:56:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanmahasiswa.co.cc/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Kata demi kata mengantarkan fantasi habis sudah, habis sudah&#8230;. Bait demi bait pemicu anestesi hangus sudah, hangus sudah&#8230;.. (ERK &#8211; Jangan bakar buku) Bacaan yang bagus selalu mendapat respon yang...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/film.jpg"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/film-300x198.jpg" alt="" title="film" width="300" height="198" class="alignleft size-medium wp-image-70" /></a></p>
<blockquote><p>
Kata demi kata mengantarkan fantasi<br />
habis sudah, habis sudah&#8230;.<br />
Bait demi bait pemicu anestesi<br />
hangus sudah, hangus sudah&#8230;..<br />
(ERK &#8211; Jangan bakar buku)</p></blockquote>
<p><span id="more-56"></span><br />
Bacaan yang bagus selalu mendapat respon yang positif dari pembacanya, baik dengan segera membaca (walaupun dengan berbagai cara: pinjam, beli, cari downlod gratis, fotokopi, dan lainnya) hingga membuat versi lain yang ceritanya sama seperti membuat sekuel film nya.</p>
<p>Nah, kali ini aku ingin membahasnya karena pada hari itu aku kebetulan dikasih pinjeman temenku film-film yang semuanya based on novel. Mulai dari Ayat Ayat Cinta, Forest Gump, Harry potter, hingga Sang Pemimpi.</p>
<p>Dan setelah melihat film-film itu, memang sangat bagus apa yang ditampilkan, apa yang disampaikan, baik secara alur maupun cerita. Semua bagus, ya jelas bagus lha wong sumbernya tinggal metik dari novel yang ada sehingga apa yang diharapkan para produser tercapai: film laris manis.</p>
<p>Terlepas dari itu, saya melihat kembali kebiasaan membuat film yang based on novel itu di Indonesia, <strong>terlalu prematur</strong>.</p>
<p>Kenapa saya bilang begitu? Hal ini karena terlalu cepatnya segera membuatkan versi filmnya akan membuat orang Indonesia semakin malas membaca karena versi instannya sudah disediakan untuk mereka, daripada repot-repot membaca, mending liat filmnya. Hal ini justru semakin membuat kebiasan orang Indonesia yang malas membaca menjadi semakin akut.</p>
<p>Orang Indonesia masa kini yang malas membaca yang seakan mulai menggeliat untuk membaca lagi seakan dimatikan langsung dengan munculnya film-film yang seperti saya sebutkan tadi.</p>
<p>Padahal dengan membaca lebih dahulu, orang indonesia pasti tahu bahwa versi novelnya lebih bagus daripada versi filmnya, ini karena imaginasi yang ditimbulkan buku melalui tulisannya membuat para pembaca seakan memiliki dunia &#8220;novel&#8221; dengan versi mereka, bukan di doktrin melalui film yang kadang tidak sesuai dengan penggambaran mereka.</p>
<p>Sudah seharusnya novel-novel Indonesia yang bagus itu tidak selalu segera difilmkan, minimal menunggu 10 atau 15 tahun baru di filmkan, hal ini juga membantu penulis sebagai pemilik ide murni mendapatkan apresiasi yang setimpal dengan kerja kerasnya menciptakan karya itu.</p>
<p>Bagaimana dengan para produser, novelis, movie mania, readers???</p>
<p>Pilih yang mana?</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Novel, dan Film yang prematur</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/13/dari-now-listening-menuju-now-reading/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/listen-read-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Dari &#8220;now listening&#8221; menuju &#8220;now Reading&#8221;" title="Dari &#8220;now listening&#8221; menuju &#8220;now Reading&#8221;" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/13/dari-now-listening-menuju-now-reading/" rel="bookmark">Dari &#8220;now listening&#8221; menuju &#8220;now Reading&#8221;</a></h3><p>Membaca buku, hal yang tabu diantara kita? Mungkin juga, tapi apa salahnya membiasakan kalau memang membaca buku tidak populer diantara kita. Membaca, sesungguhnya lebih asik ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/egp-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa dan Apatisme (1)" title="Mahasiswa dan Apatisme (1)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark">Mahasiswa dan Apatisme (1)</a></h3><p>"Kamu ga ikut ormawa ?" "Buat apa, memang ada untungnya?" Kehidupan di kampus kadangkala mencerminkan bagaimana nantinya kehidupan seorang mahasiswa ketika sudah tua di dalam ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/media-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" title="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark">Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa</a></h3><p>Televisi, sebuah kotak ajaib yang seolah wajib ada dalam tiap rumah.. Surat kabar, seperti sepotong roti yang wajib disantap di pagi hari.. Paling tidak dua ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/nyaman-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" title="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark">Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini</a></h3><p>Kehidupan memang tak pernah lepas dari dimensi waktu, hari ini, masa lalu, dan masa depan. Ketiganya memimiliki fungsi dan perannya masing-masing. Masa lalu adalah guru ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/wisuda-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" title="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark">Surat Terakhir (sebuah cerpen)</a></h3><p>Kepada Ananda-adinda tercinta, Akedemisi UNESA yang berbahagia Di tempat, Kutulis surat ini menjelang matahari kembali ke barat, bersembunyi di balik gedung-gedung universitas, megah dan tinggi ...</p></div></li></ul></div><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fcatatanmahasiswa.co.cc%2F2012%2F05%2F13%2Fnovel-dan-film-yang-prematur%2F&amp;title=Novel%2C%20dan%20Film%20yang%20prematur" id="wpa2a_28"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/13/novel-dan-film-yang-prematur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari &#8220;now listening&#8221; menuju &#8220;now Reading&#8221;</title>
		<link>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/13/dari-now-listening-menuju-now-reading/</link>
		<comments>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/13/dari-now-listening-menuju-now-reading/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 12:22:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Perspektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanmahasiswa.co.cc/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Membaca buku, hal yang tabu diantara kita? Mungkin juga, tapi apa salahnya membiasakan kalau memang membaca buku tidak populer diantara kita. Membaca, sesungguhnya lebih asik dari pada mendengar, karena kita...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/listen-read.jpg"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/listen-read-300x265.jpg" alt="" title="listen-read" width="300" height="265" class="alignleft size-medium wp-image-76" /></a></p>
<blockquote><p>
Membaca buku, hal yang tabu diantara kita?
</p></blockquote>
<p>Mungkin juga, tapi apa salahnya membiasakan kalau memang membaca buku tidak populer diantara kita.</p>
<p>Membaca, sesungguhnya lebih asik dari pada mendengar, karena kita bisa membayangkan apa yang kita baca semau kita, dengan dunia yang kita suka.<br />
<span id="more-54"></span><br />
Selain itu membaca buku, yang pasti jelas dapat ilmu, dibanding mendengar lagu yang bikin sendu melulu*.<br />
*hanya untuk lagu cengeng yang isinya cinta melulu</p>
<p>So, mulai dari saya, dan semoga merembet ke teman teman, ayo kita galakkan &#8220;now Reading&#8221; pada status twitter &#038; facebook, dan forum manapun, dan segera membiasakannya hingga sejajar dengan &#8220;now reading&#8221;.</p>
<p>Yang pasti menggalakkan status seperti ini bukan cuma sekedar bikin status seperti itu, tetapi kita dimaksudkan disini itu supaya membaca, bukan pada statusnya, percuma kan bikin status &#8220;now reading&#8221; tapi bo’ng.</p>
<p>Selamat berubah menuju lebih baik!!!!!</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Dari "now listening" menuju "now Reading"</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/13/novel-dan-film-yang-prematur/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/film-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Novel, dan Film yang prematur" title="Novel, dan Film yang prematur" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/13/novel-dan-film-yang-prematur/" rel="bookmark">Novel, dan Film yang prematur</a></h3><p>Kata demi kata mengantarkan fantasi habis sudah, habis sudah.... Bait demi bait pemicu anestesi hangus sudah, hangus sudah..... (ERK - Jangan bakar buku) Bacaan yang ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/egp-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa dan Apatisme (1)" title="Mahasiswa dan Apatisme (1)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark">Mahasiswa dan Apatisme (1)</a></h3><p>"Kamu ga ikut ormawa ?" "Buat apa, memang ada untungnya?" Kehidupan di kampus kadangkala mencerminkan bagaimana nantinya kehidupan seorang mahasiswa ketika sudah tua di dalam ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/negeri-yang-kuat-tir/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/kuatir-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Negeri yang Kuat [tir]" title="Negeri yang Kuat [tir]" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/negeri-yang-kuat-tir/" rel="bookmark">Negeri yang Kuat [tir]</a></h3><p>Negeri yang Kuat [tir] Negeri ini negeri pemuda pemudi kuat. Tir. Di pagi agak buta... Para muda sarapan acara hedonis tanpa makna. Ini dia judul ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/dpr-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" title="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark">DPR (Di Bawah Pohon Rindang)</a></h3><p>Awan gelap mulai menyelimuti kota, hari masih menunjukkan pukul 12 siang. Puncak-puncak gedung mulai mengelabu. Tak kelihatan lagi burung-burung Pipit maupun burung Dara melayang berputar ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/wisuda-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" title="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark">Surat Terakhir (sebuah cerpen)</a></h3><p>Kepada Ananda-adinda tercinta, Akedemisi UNESA yang berbahagia Di tempat, Kutulis surat ini menjelang matahari kembali ke barat, bersembunyi di balik gedung-gedung universitas, megah dan tinggi ...</p></div></li></ul></div><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fcatatanmahasiswa.co.cc%2F2012%2F05%2F13%2Fdari-now-listening-menuju-now-reading%2F&amp;title=Dari%20%26%238220%3Bnow%20listening%26%238221%3B%20menuju%20%26%238220%3Bnow%20Reading%26%238221%3B" id="wpa2a_32"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/13/dari-now-listening-menuju-now-reading/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini</title>
		<link>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/</link>
		<comments>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 00:43:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fenomena]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanmahasiswa.co.cc/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan memang tak pernah lepas dari dimensi waktu, hari ini, masa lalu, dan masa depan. Ketiganya memimiliki fungsi dan perannya masing-masing. Masa lalu adalah guru yang sangat berharga, masa lalu...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/nyaman.jpg"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/nyaman-300x206.jpg" alt="" title="nyaman" width="300" height="206" class="alignleft size-medium wp-image-99" /></a></p>
<p>Kehidupan memang tak pernah lepas dari dimensi waktu, hari ini, masa lalu, dan masa depan. Ketiganya memimiliki fungsi dan perannya masing-masing. Masa lalu adalah guru yang sangat berharga, masa lalu akan selalu terekam, tidak bisa dihapus, dan tidak bisa diluangi. <span id="more-14"></span>Disana terdapat banyak pelajaran tentang kebaikan-kebaikan yang pernah dilakukan mahasiswa, tentu beserta keburukan-keburukannya juga. Sedangkan masa depan adalah tempat bagi mahasiswa untuk menggantungkan cita-cita dan impian mereka, masa depan penuh dengan misteri. Terkadang indah dalam pikiran, tapi bisa jadi menyeramkan dalam kenyataannya. Siapa yang bisa menjamin bahwa masa depan anda akan cerah? Tidak ada, yang ada hanyalah kewajiban bagi mahasiswa untuk menyiapkannya, serta mengantisipasi segala kemungkinan yang berpeluang akan terjadi. Lantas ada apa dengan hari ini?</p>
<p>Mahasiswa hari ini tentu tidak sama dengan kondisi mahasiswa 20 tahun yang lalu, kalau dulu belajar menggunakan papan tulis kapur, sekarang sudah menggunkan papan tulis spidol, ditambah lagi dengan LCD Projector. Dulu mahasiswa membawa buku catatan, sekarang cukup membawa secarik kertas dan flashdisk. Zaman sekarang memang penuh dengan kemudahan, mau cari tugas tidak harus susah-susah menelusuri rak perpustakaan satu-persatu, cari saja di google sudah banyak. Kartu tanda mahasiswa pun juga sudah bisa untuk ambil uang di mesin atm. Dari segi fasilitas, semua sudah bisa dikatakan cukup. Lantas bagaimana kondisi mahasiswa 20 tahun lagi? Tidak mudah untuk diungkapkan, saya rasa sudah ada gambaran dalam benak anda.</p>
<p>Dari semua kemudahan itu, ada satu hal yang patut kita cermati, yaitu sikap dan karakter mahasiswa. Dalam kondisis susah, manusia secara umum pasti akan terus berusaha demi mencapai tujuannya, termasuk mahasiswa. Akan tetapi dengan adanya kemudahan-kemudahan itu mahasiswa cenderung untuk mnganggap bahwa tujuannya itu sudah dekat, jadi perkataan &#8220;santai saja lah&#8221; menjadi sering muncul.</p>
<p>Sikap inilah yang menjadi sebab munculnya mahasiswa-mahasiswa dengan pandangan sempit, kini mahasiswa hanya berpikir tentang dirinya saja. Padahal salah satu peran dan fungsi mahasiswa adalah sebagai pengganti pemimpin saat ini, dalam kata lain mereka adalah penerus bangsa ini. Tidak semua mahasiswa seperti ini, tapi masih banyak mahasiswa yang berpandangan demikian. Akibatnya tidak muncul sikap peduli dengan lingkungan sekitarnya, apalagi bangsa dan negaranya. Tidak jarang mahasiswa yang tidak mengerti dengan kondisi negaranya. </p>
<blockquote><p>Seolah-olah mereka berkata, &#8220;Terserah negara ini mau jadi apa, yang penting sekarang saya kuliah dan berorganisasi agar bisa survive dalam dunia kerja.&#8221;</p></blockquote>
<p> Berbeda sekali dengan mahasiswa dulu yang dengan susah payah memperjuangkan reformasi ’98 di negeri ini.</p>
<p>Sekali lagi hal ini dikarenakan kemudahan yang ada saat ini, kondisi negara ini dalam beberapa hal relatif lebih baik jika dibandingkan kondisi sebelum reformasi dulu, meskipun juga masih banyk hal-hal yang harus diperbaiki sekarang.</p>
<blockquote><p>Kemudahan adalah bumerang jika anda tak mampu memandang dengan seharusnya.</p></blockquote>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/egp-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa dan Apatisme (1)" title="Mahasiswa dan Apatisme (1)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/11/mahasiswa-dan-apatisme-1/" rel="bookmark">Mahasiswa dan Apatisme (1)</a></h3><p>"Kamu ga ikut ormawa ?" "Buat apa, memang ada untungnya?" Kehidupan di kampus kadangkala mencerminkan bagaimana nantinya kehidupan seorang mahasiswa ketika sudah tua di dalam ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/16/kehidupan-yang-tidak-seputih-kertas-dan-tidak-sehitam-arang/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/hitam-putih-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Kehidupan yang Tidak Seputih Kertas dan Tidak Sehitam Arang" title="Kehidupan yang Tidak Seputih Kertas dan Tidak Sehitam Arang" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/16/kehidupan-yang-tidak-seputih-kertas-dan-tidak-sehitam-arang/" rel="bookmark">Kehidupan yang Tidak Seputih Kertas dan Tidak Sehitam Arang</a></h3><p>Kehidupan ini memang unik, penuh misteri, dan tak dapat dikira-kira. Lantas apa yang dapat Anda lakukan? Tidak ada, kecuali selalu mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/media-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" title="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark">Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa</a></h3><p>Televisi, sebuah kotak ajaib yang seolah wajib ada dalam tiap rumah.. Surat kabar, seperti sepotong roti yang wajib disantap di pagi hari.. Paling tidak dua ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/wisuda-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" title="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark">Surat Terakhir (sebuah cerpen)</a></h3><p>Kepada Ananda-adinda tercinta, Akedemisi UNESA yang berbahagia Di tempat, Kutulis surat ini menjelang matahari kembali ke barat, bersembunyi di balik gedung-gedung universitas, megah dan tinggi ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/dpr-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" title="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark">DPR (Di Bawah Pohon Rindang)</a></h3><p>Awan gelap mulai menyelimuti kota, hari masih menunjukkan pukul 12 siang. Puncak-puncak gedung mulai mengelabu. Tak kelihatan lagi burung-burung Pipit maupun burung Dara melayang berputar ...</p></div></li></ul></div><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fcatatanmahasiswa.co.cc%2F2012%2F05%2F12%2Fmahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini%2F&amp;title=Mahasiswa%20Masa%20Lalu%2C%20Masa%20Depan%2C%20dan%20Saat%20Ini" id="wpa2a_36"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Negeri yang Kuat [tir]</title>
		<link>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/negeri-yang-kuat-tir/</link>
		<comments>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/negeri-yang-kuat-tir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 14:37:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Abrian</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[karya]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa]]></category>
		<category><![CDATA[peduli]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://catatanmahasiswa.co.cc/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Negeri yang Kuat [tir] Negeri ini negeri pemuda pemudi kuat. Tir. Di pagi agak buta&#8230; Para muda sarapan acara hedonis tanpa makna. Ini dia judul acaranya: Inbox berdering-dering dengan dahsyatnya....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/kuatir.jpg"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/kuatir.jpg" alt="" title="kuatir" width="300" height="200" class="alignnone size-full wp-image-80" /></a><br />
<strong>Negeri yang Kuat [tir]</strong></p>
<p>Negeri ini negeri pemuda pemudi kuat.</p>
<p>Tir.</p>
<p>Di pagi agak buta&#8230;</p>
<p>Para muda sarapan acara hedonis tanpa makna.</p>
<p>Ini dia judul acaranya:</p>
<p>Inbox berdering-dering dengan dahsyatnya.<br />
<span id="more-51"></span><br />
Lagu cinta patah hati jadi pujaannya.</p>
<p>Dan bingunglah para guru,</p>
<p>bingung kehilangan muridnya satu persatu.</p>
<p>Negeri ini negeri pemuda-pemudi kuat.</p>
<p>Tir.</p>
<p>Di sekolah, suatu kota,</p>
<p>murid murid makin malas baca buku.</p>
<p>Guru guru pun takut kalau menjual buku.</p>
<p>Takut dituduh korupsi model baru.</p>
<p>Seperti gaya korupsi para pembantu,</p>
<p>pembantu RI satu.</p>
<p>Ini negara, negara keparat,</p>
<p>muda-mudi dengan gaya ningrat dan budaya barat,</p>
<p>yang kian meng-urat menjadikan tali-tali penjerat,</p>
<p>sedang budaya timur,</p>
<p>kini tak lagi menjamur,</p>
<p>hilang terkubur bersma si tua yg tak lagi berumur.</p>
<div id="seo_alrp_related"><h2>Posts Related to Negeri yang Kuat [tir]</h2><ul><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/tanpa-kepala-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Negeri Tanpa Kepala" title="Negeri Tanpa Kepala" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/negeri-tanpa-kepala/" rel="bookmark">Negeri Tanpa Kepala</a></h3><p>(untuk PDS HB Jassin) Berdiri di atas kaki sendiri singsingkan lengan baju, tegakkan bahu membusung berani. Otot kawat tulang besi. Terbang menukik ke langit tinggi. Lho? ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/nyaman-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" title="Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/mahasiswa-masa-lalu-masa-depan-dan-saat-ini/" rel="bookmark">Mahasiswa Masa Lalu, Masa Depan, dan Saat Ini</a></h3><p>Kehidupan memang tak pernah lepas dari dimensi waktu, hari ini, masa lalu, dan masa depan. Ketiganya memimiliki fungsi dan perannya masing-masing. Masa lalu adalah guru ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/dpr-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" title="DPR (Di Bawah Pohon Rindang)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/14/dpr-di-bawah-pohon-rindang/" rel="bookmark">DPR (Di Bawah Pohon Rindang)</a></h3><p>Awan gelap mulai menyelimuti kota, hari masih menunjukkan pukul 12 siang. Puncak-puncak gedung mulai mengelabu. Tak kelihatan lagi burung-burung Pipit maupun burung Dara melayang berputar ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/wisuda-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" title="Surat Terakhir (sebuah cerpen)" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/15/surat-terakhir-sebuah-cerpen/" rel="bookmark">Surat Terakhir (sebuah cerpen)</a></h3><p>Kepada Ananda-adinda tercinta, Akedemisi UNESA yang berbahagia Di tempat, Kutulis surat ini menjelang matahari kembali ke barat, bersembunyi di balik gedung-gedung universitas, megah dan tinggi ...</p></div></li><li><div class="seo_alrp_rl_thumb" style="float:left; margin: 0 10px 5px 0; border: 2px solid #eee ; padding: 2px;"><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark"><img width="60" height="60" src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/uploads/2011/05/media-150x150.jpg" class="seo_alrp_img_thumb wp-post-image" alt="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" title="Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa" border="0" /></a> </div><div class="seo_alrp_rl_content"><h3><a href="http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/10/kebaikan-dan-keburukan-media-serta-peluang-bagi-mahasiswa/" rel="bookmark">Kebaikan dan Keburukan Media, serta Peluang bagi Mahasiswa</a></h3><p>Televisi, sebuah kotak ajaib yang seolah wajib ada dalam tiap rumah.. Surat kabar, seperti sepotong roti yang wajib disantap di pagi hari.. Paling tidak dua ...</p></div></li></ul></div><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fcatatanmahasiswa.co.cc%2F2012%2F05%2F12%2Fnegeri-yang-kuat-tir%2F&amp;title=Negeri%20yang%20Kuat%20%5Btir%5D" id="wpa2a_40"><img src="http://catatanmahasiswa.co.cc/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://catatanmahasiswa.co.cc/2012/05/12/negeri-yang-kuat-tir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- www.000webhost.com Analytics Code -->
<script type="text/javascript" src="http://stats.hosting24.com/count.php"></script>
<noscript><a href="http://www.hosting24.com/"><img src="http://stats.hosting24.com/count.php" alt="web hosting" /></a></noscript>
<!-- End Of Analytics Code -->

